Menemukan Seseorang yang Berarti pt 1

| | 0 comments
Menjadi seseorang yang selalu dibutuhkan dalam kebaikan adalah salah satu tujuan hidup. Menjadi salah satu bagian dari orang lain merupakan ikatan alami yang semua orang lakukan satu sama lain. Ketika kita menjadi bagian dari orang lain berkat kemampuan yang kita miliki dalam kebaikan, maka kita menjadi berarti.

Dalam point ini, keberadaan kita yang baik menjadi sebuah modal untuk mencapai tujuan. Namun, ketika menjalin ikatan dengan orang lain untuk menjadi berarti, muncul pertanyaan-pertanyaan yang sangat ingin tahu jawabannya. Apakah orang tersebut mengakui keberadaanku yang sebenernya ? Apakah orang tersebut milikku ?  Apakah orang tersebut pantas untuk kumiliki ?

Terlepas dari modal awal {orang baik}, semua orang yang berlaku sebaliknya akan memikirkan pertanyaan tersebut walau sekilas. Dan munculnya pertanyaan-pertanyaan itu tadi berasal dari rasa ingin mendapatkan reward dari apa yang telah dilakukan sebelumnya, menyampaikan hak. Dan bukan meminta balasan yang sepadan maksud dari semua pertanyaan itu, manusia ialah pemilik hati yang selalu tak pernah puas. Wajar.

Lalu, apakah isyarat yang sebenarnya Tuhan berikan bahwa bisa dibilang telah menemukan orang yang berarti ? Seseorang yang pantas kita miliki ? Jangan mengharap jawaban langsung dariNya, Dia memiliki cara sendiri untuk memberi kebahagian. Tuhan tidak menghadirkan seseorang yang kita inginkan, tapi ialah orang yang kita butuhkan, orang yang akan menjadi sangat baik dan sangat buruk diwaktu yang sama untuk menjadikan diri kita lebih dari yang bisa kita bayangkan. Point ini kita telah bisa menentukan objek tujuan kita.

Sekarang, bagaimana dengan usaha yang selama ini dilakukan ? Sejauh mana kita mencari ? Seberapa kuat kita bisa menemukan orang itu ? Apakah masih  mampu bertahan ? Semakin banyak pertanyaan yang muncul. Dan pada saat menjajaki masa di mana kita bertemu dengan seseorang yang membuat rasa nyaman, kita berusaha menyamakan deskripsi yang kita buat sebelumnya, kita melakukan yang terbaik yang bisa dlikakukan, kita berusaha untuk diakui, kita berusaha untuk menjadi berarti. Dan seperti moment anak kecil yang mendapat boneka tercantik yang pernah ada, dia tak ingin merusaknya, dia merawatnya dengan sangat baik, dia membuat rumah yang besar dan megah agar boneka itu betah. Maka, itulah usaha yang sedang kita lakukan, kita menganggap orang tersebut terlalu cepat, kita terlalu cepat menumpahkan semua kepercayaan, kita terlalu cepat menaruh harapan besar padanya. Kita lupa bahwa orang itu adalah boneka, yang sebenarnya hanya meminta kasih sayang, hanya meminta keberadaanmu yang harus selalu ada, yang merasa dirinya lah harus dibahagiakan. Sekarang, jangan menganggap kalimat di atas sepenuhnya salah si boneka. Mari kita cermati lagi, keputusan kita menjadi orang yang baik untuk si boneka  adalah ketidak mampuan kita mengendalikan diri. Terlalu baik, Mengakuinya atau tidak kita masih berada di tahap mencari, bukan menemukan. Bukan.

Sebelumnya memang kita tidak membahas batasan bahwa kita telah menemukan orang yang berarti  tersebut seperti apa, kapan dan dimana. Karena kita juga tidak memberi batasan pada diri kira untuk mencari.

-Sampai di sini dulu ulasan hari ini. Mari menata hati :)